Skip to main content

Kesatuan dengan Kristus: Hambatan-Hambatan

Seperti diberitakan di edisi sebelumnya, staf YLSA melakukan PA dengan tema "Kesatuan dengan Kristus" (Union with Christ). Pada Juni ini, kami melanjutkan tema yang sama. Kami belajar semakin dalam arti dari kesatuan dengan Kristus dan bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain dengan metode diskusi, kami juga menambah pemahaman dengan menonton video-video dari situs YouTube yang membahas kesatuan dengan Kristus. Berikut ini video-video yang kami tonton dalam kelompok besar.

  1. How Does Union with Christ Fit into The Gospel Message
  2. How Union with Christ Affects Prayer
  3. The Pastor, The Brain, and The Branches
  4. Union with Christ
  5. Union with Christ: Why Does It Matter?
  6. Who I am in Christ
  7. Khotbah Seri: Union with Christ

PA ini memberikan pelajaran yang berharga bahwa kesatuan dengan Kristus adalah identitas setiap orang yang telah dilahirkan kembali. Ia menjadi milik Kristus dan berada dalam Dia, sekaligus memperoleh karunia-karunia Allah dan diangkat menjadi mitra Allah untuk melanjutkan pekerjaan-pekerjaan-Nya.

Status yang istimewa ini diikuti dengan segala tanggung jawab yang menyertainya. Orang percaya, yang telah berada dalam Kristus, dipanggil untuk memberitakan Injil Yesus Kristus, memikul salib, dan menjadi terang bagi sesama dan lingkungannya. Oleh karena itu, untuk benar-benar menjadi satu dengan Kristus tidaklah sesederhana sebatas menerima identitas tersebut. Kita sendiri bisa jadi baru sekadar menerimanya, tetapi belum dengan sungguh-sungguh menghidupi identitas ini -- entah karena belum menyadari pentingnya status "dalam Kristus" atau karena beberapa hambatan yang muncul dari dalam diri kita. Mengenai hambatan-hambatan ini, kami diberi tiga pertanyaan, yaitu what (apa saja yang menghambat kesatuan dengan Kristus), why (alasan mengapa hambatan itu muncul), dan how (bagaimana hambatan-hambatan tersebut diatasi). Hasil diskusi per kelompok bisa Anda lihat pada tabel catatan PA. Kami semua berdoa dan berharap kepada Tuhan agar kiranya diberi kekuatan dan ketekunan untuk mengatasi semua hambatan tersebut.

Konsep "Kesatuan dengan Kristus" bisa dikatakan merupakan dasar dari banyak doktrin kekristenan lainnya. Memahami dan menghidupi konsep ini menjadi bukti bahwa kita menjalani hidup yang menyaksikan Kristus dan bertanggung jawab akan iman yang kita pegang. Oleh karena itu, kami mengajak Saudara-Saudara untuk mengambil waktu sejenak guna memikirkan apa yang menjadi hambatan bagi Saudara untuk mengalami kesatuan dalam Kristus, dan apa langkah-langkah yang bisa Saudara lakukan agar hal itu bisa diatasi. Selamat merenungkan, semoga hikmat Allah yang tak terbatas menerangi pikiran Saudara. Amin. (Aji)

 
Catatan PA
Kelompok 4G Kelompok B.A.S.A.

What:

  • Adanya kemungkinan kesalahan tafsir terhadap doktrin sehingga bisa salah dalam aplikasinya
  • Tidak merasakan Tuhan secara utuh
  • Menerima doktrin, tetapi tidak ingin menggali kebenaran lebih lagi
  • Mengerti teori, tetapi tidak diimbangi dengan hubungan yang baik dengan Tuhan sehingga menimbulkan kesombongan
  • Hanya mengerti teori, tetapi tidak berdoa dan meminta hikmat untuk melakukannya.
  • Mengerti teori, tetapi tidak mempraktikkan sehingga bisa menjadi batu sandungan bagi orang lain

Why:

  • Kurang membangun relasi yang intim dengan Tuhan
  • Kurangnya kesiapan hati untuk sungguh-sungguh mengikut Tuhan

How:

  • Disiplin membaca Alkitab dan berdoa

What:

  • Hanya mengejar pengertian akan firman Tuhan sebatas intelektual
  • Menganggap kehidupan bersama Kristus hanya sebagai ritual
  • Budaya instan, ingin segera mendapat hasil tanpa melalui proses (padahal hubungan dengan Kristus adalah perjalanan iman)
  • Perasaan-perasaan yang kurang damai

Why:

  • Meminta segala sesuatu tanpa proses pengenalan akan Tuhan sehingga menimbulkan kesulitan untuk membedakan antara suara hati dan suara Tuhan

How:

  • Berdoa setiap hari dengan sungguh-sungguh
  • Menjiwai hubungan kita dengan Tuhan

 

Kelompok S.A.B.D.A. Kelompok S.S.T

What:

  • Sikap legalistik
  • Sikap sombong dan mengandalkan diri sendiri
  • Merasa nyaman dengan kedagingan

Why:

  • Tidak punya visi yang benar tentang firman Tuhan
  • Mengenal Tuhan hanya dari orang lain
  • Tidak pernah mengevaluasi hubungan dengan Tuhan
  • Belum mengutamakan Tuhan lebih dari apa pun

How:

  • Memohon kepada Tuhan agar bisa membangun hubungan yang lebih intens dengan Tuhan
  • Mengawali hubungan dengan Tuhan dengan hati yang mengasihi Dia dan senantiasa mengupayakannya
  • Berani menyangkal diri
  • Percaya bahwa ketika berada dalam Tuhan, iman dan keselamatan kita akan dipelihara oleh Tuhan

 

What:

  • Motivasi yang egois: ikut Tuhan untuk kepentingan diri sendiri
  • Watak yang kurang baik dan belum diubahkan

Why:

  • Hanya memerhatikan hal-hal yang lahiriah (rohani secara tampilan luar)

How:

  • Menyadari diri sebagai murid
  • Melibatkan diri dalam misi Tuhan
  • Mengandalkan Roh Kudus dan hidup mempraktikkan firman
  • Memelihara hubungan yang erat dengan Tuhan dalam kehendak bebas

 

 

Ingin mengundang tim #Ayo_PA! ? Kunjungi link ini.


Mulai PA Online sekarang!


Kegiatan #Ayo_PA!

Pelatihan #Ayo_PA! di GMIT Kupang

22-04-2017 (13.00)
GMIT Kupang

Pelatihan #Ayo_PA! di GKT Bandar Lampung

13-03-2017 (10.00)
Gereja Kristus Tritunggal Bandar Lampung

Pelatihan PA dengan Gadget (#Ayo_PA!) -- GPI Adonai, Bali

28-02-2017 (18.00)
GPI Adonai, Denpasar, Bali

Pelatihan PA Menggunakan Gadget - STTII Denpasar

28-02-2017 (13.00)
STTII, Denpasar, Bali

Blog posts

Pada pertengahan Oktober, seluruh staf YLSA melakukan pendalaman Alkitab dengan cara yang berbeda.

Hasil Belajar Pendalaman Alkitab: 1 Korintus 1-16

Pendalaman Alkitab: 1 Korintus

Tentang #Ayo_PA!

#Ayo_PA! mendorong khususnya anak-anak muda untuk mencintai Alkitab dan memiliki kebiasaan melakukan Pemahaman Alkitab (PA) dengan memanfaatkan teknologi digital semaksimal mungkin.

Selengkapnya